Minggu, 06 Februari 2011

Gagal Ginjal Karena Minum Obat Jantung


Sigit Yuwono, kelahiran Surabaya Jawa Timur 58 tahun silam tidak menyangka dirinya menderita gagal ginjal. "Saya bekerja di perusahaan perambah hutan yang beroperasi di Papua. Karena medan dan pekerjaan yang sangat berat, kekuatan fisik mutlak diperlukan, tetapi sekuat-kuatnya fisik manusia tidak mungkin bertahan selamanya, suatu ketika pasti lemah juga," kisah ayah 4 anak ini. Apa yang dikatakannya mengenai kekuatan fisik benar terjadi, dia mengalami masalah jantung saat mengangkat sepeda motornya yang terjerembab dalam lumpur di belantara hutan Papua.
Dari perusahaannya dia dirujuk berobat ke rumah sakit jantung kenamaan di Jakarta dan dinyatakan oleh dokter, jantungnya bocor atau klep jantungnya jebol. "Saya menerimanya dan harus minum obat-obatan jantung dari dokter seumur hidup," bebernya. Tanpa disadari obat-obatan jantung yang diminumnya, lama kelamaan menimbulkan masalah baru bagi kesehatannya. "Saya periksa ke dokter dan ternyata ginjal saya jebol, saya harus cuci darah selama 1 tahun, kalau tidak cuci darah badan terasa lemas, kaki, paha dan perut bengkak serta napas sesak," ujarnya. Dalam seminggu ia harus cuci darah sebanyak 2 kali. Sebagai informasi, obat jantungnya seharga 5 juta sekali beli dan harus diminum, kalau tidak diminum risiko serangan jantung menanti.
Selama setahun pengobatan ginjalnya Sigit sudah menghabiskan 150 juta rupiah, rata-rata sebulan habis 15 juta-an rupiah. Belum lagi biaya hidup yang lainnya. Keadaan ini sungguh membuatnya putus asa, badannya kurus, lemas dan tampak sangat tua.

Peran XAMthone plus Membantu Memulihkan Kesehatan
Di tengah keadaan yang memprihatinkan, Sigit mendapat info bahwa ada XAMthone plus dari kulit buah manggis yang mampu membantu menyembuhkan penyakitnya. Tidak ragu lagi ia segera menyambangi kantor pusat XAMthone plus di Jakarta untuk mendapatkan produk ajaib tersebut. Setelah mendapatkannya, ia minum 30 ml, 3 kali sehari, ditambah teh Murbei, 1 kali pada pagi hari dengan dosis lebih kental. Selama minum XAMthone plus dan the Murbei, Sigit pantang makan kuning telur, kangkung, bayam, sawi putih dan pisang serta mangga. Yang boleh seperti papaya mengkal.
Dalam tempo sepuluh hari bengkak-bengkak dibadannya kempes, sakitnya juga hilang. Sebuah kondisi yang belum pernah ia alami sebelum minum XAMthone plus. "Waktu masih minum obat-obatan dokter dan cuci darah, keadaan saya memang tidak banyak berubah, semuanya sangat dipengaruhi oleh keberadaan obat-obatan serta frekuensi cuci darah yang saya jalani." Ketika obat-obatan habis dan terlambat cuci darah, kondisinya pasti langsung menurun, tetapi sekarang sudah ada XAMthone plus dan teh Murbei yang selalu menjadi "teman" hidupnya. Dari Kisah Kesembuhan Yang diceritakan oleh Sigit Yuwono, Tangerang, Banten, kepada Reporter USB News.

Tidak ada komentar: